Produk Kelompok Tani Arosta Gunung Cakrabuana Semakin Digemari Para Penikmat Kopi

Terkini.id, Sumedang – Kopi Arosta asal Gunung Cakrabuana kini  mulai digemari oleh para penikmat kopi, khususnya masyarakat sekitar Gunung Cakrabuana itu sendiri. 

Pasalnya, kopi Arosta asal Gunung Cakrabuana ini memliki akan rasa yang berbeda dari kopi Arosta yang berasal dari tempat lain. 

Kopi Arosta Cakrabuana pun ditanam di dataran rendah sehingga rasa dan aroma sangat jauh berbeda dari pada kopi Arosta yang ditanam di dataran tinggi. 

Yayan Ruhyana atau yang akrab dipanggil Kang Iyan salah satu pengurus Kelompok Tani Arosta Desa Cimungkal, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang menyebutkan, bahwa kopi Arosta Cakrabuana ditanam ditempat dataran rendah sehingga soal rasa tak diragukan lagi.

Produk Kelompok Tani Arosta Gunung Cakrabuana Semakin Digemari Para Penikmat Kopi. Foto: Kang Iyan.

“Jelas sekali rasa kopi yang ada di dataran tinggi dan rendah sangat berbeda, kopi Arosta Cakrabuna ditanam di dataran rendah kisaran 700 sampai dengan 800 mdpl,” jelas Iyan pengurus Kelompok Tani Arosta yang berasal dari Desa Cimungkal kepada Bandung Terkini.id melalui pesan Whatshapp Kamis 23 September 2021. 

“Dari mulai aroma dan rasanya pun berbeda,” sambungnya. 

Iyan juga menyebutkan, bahwa penamaan kopi Arosta adalah gabungan dari dua nama jenis kopi yang berbeda. 

“Nama Arosta diambil dari dua jenis kopi, yaitu Arabica dan Robusta,” terangnya. 

Mesin roasting pemberian Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang. Foto: Kang Iyan.

Lebih dalam, Iyan juga mengungkapkan asal-usul terbentuknya Kelompok Tani Arosta. Semuanya berawal dari rasa penasaran, dan rumor yang beredar bahwa kopi dari Lereng Gunung Cakrabuana memiliki cita rasa yang berbeda dari kopi tempat lain. 

“Sejak itulah saya berpikir bagaimana caranya saya bisa memproses, mengolah biji kopi pasca panen sampai bisa di minum,” kata Iyan bercerita. 

Lalu, Iyan pun mengajak beberapa tokoh masyarakat sekitar Gunung Cakrabuana untuk diajak bermusyawarah. 

Dari hasi musyawarah tersebut, terbentuklah sebuah Kelompok Tani Arosta yang dikukuhkan oleh Kepala Desa Cimungka, dan langsung mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari dinas pertanian Kabupaten Sumedang. 

“Maka, pada tanggal 17 November 2018 dibentuk lah Kelompok Tani Arosta,” jelas Iyan. 

Kopi Arosta Cakrabuana saat dijemur. Foto: Kang Iyan.

Kini, kelompok tani Arosta telah mendapatkan dukungan dari dinas Pertanian Kabupaten Sumedang berupa, peralatan yang bisa menunjang kemajuan Kelompok Tani Arosta dalam memajukan usaha pertanian mereka. 

“Satu unit mesin “roasting” untuk menyangrai kopi berkapasitas 1.200 Gram. Satu unit “grinder” alat penghalus biji kopi setelah di roasting atau kita kenal “roasbean” dan perlengkapan, peralatan  penyeduh kopi,” pungkasnya. 

Budidaya kopi Arosta di gunung maupun dilereng Gunung Cakrabuana sangat direspon oleh masyarakat luas, khususnya oleh para pencinta kopi.

Bagikan